المعتزلة: تعريفها ونشأتها



المعتزلة: تعريفها ونشأتها

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

فالمعتزلة فرقة كلامية إسلامية ظهرت في أواخر العصر الأموي، ثم ازدهرت في العصر العباسي. وقد عُرفت باعتمادها الكبير على العقل في تقرير كثير من مسائل العقيدة، حتى خالفت أهل السنة والجماعة في عدد من الأصول العقدية، ولا سيما في باب الأسماء والصفات والقدر.

وقد اشتهرت هذه الفرقة بأسماء متعددة، من أشهرها: المعتزلة، وأهل العدل والتوحيد، والعدلية.

واختلف العلماء في سبب تسميتها بالمعتزلة، ومن أشهر الأقوال في ذلك أن واصل بن عطاء كان من تلاميذ الحسن البصري رحمه الله، فلما خالفه في حكم مرتكب الكبيرة اعتزل مجلسه، فقال الحسن: «اعتزلنا واصل»، فاشتهر هو وأتباعه بهذا الاسم.

وقيل أيضًا: إنهم سموا بذلك لاعتزالهم جماعة المسلمين في بعض المسائل العقدية التي خالفوا فيها منهج أهل السنة والجماعة.


أما نشأة المعتزلة كفرقة مستقلة فكانت على يد واصل بن عطاء (ت 131هـ)، ثم شاركه في نشر هذا المذهب عمرو بن عبيد، حتى أصبح الاعتزال مذهبًا معروفًا له أصوله وقواعده الخاصة.

وقد ساعد اعتماد المعتزلة على الجدل العقلي وعلم الكلام في انتشار أفكارهم بين الناس، ثم ازداد نفوذهم في العصر العباسي، ولا سيما في عهد الخليفة المأمون، حيث انتشرت آراؤهم وبرز عدد من علمائهم الذين كان لهم أثر ظاهر في الحياة الفكرية في ذلك العصر.

─━─━─━∞◆∞━─━─━─

Mu'tazilah: Pengertian dan Sejarah Kemunculannya

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Mu'tazilah merupakan salah satu firqah dalam sejarah Islam yang muncul pada akhir masa Bani Umayyah dan berkembang pada masa Bani Abbasiyah. Kelompok ini dikenal karena menjadikan akal sebagai landasan utama dalam banyak persoalan akidah sehingga menyelisihi manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam sejumlah masalah penting.

Pembahasan tentang Mu'tazilah penting dipelajari agar seorang muslim mengenal sejarah munculnya berbagai aliran pemikiran dalam Islam serta mampu membedakan antara akidah yang benar dan pemikiran yang menyimpang dari jalan para sahabat رضي الله عنهم.

─━─━─━∞◆∞━─━─━─

  1. Apa Itu Mu'tazilah?

Mu'tazilah adalah kelompok yang muncul dalam ilmu kalam dan terkenal dengan penggunaan logika serta filsafat dalam membahas masalah-masalah akidah. Mereka juga dikenal dengan nama Al-'Adliyah dan Ahlul 'Adli wat Tauhid.

Nama Mu'tazilah menjadi nama yang paling masyhur untuk kelompok ini dalam kitab-kitab akidah dan sejarah firqah Islam.

قال الشهرستاني رحمه الله: "وهم أصحاب واصل بن عطاء"

"Mereka adalah para pengikut Wasil bin Atha'."

─━─━─━∞◆∞━─━─━─

  1. Mengapa Disebut Mu'tazilah?

Para ulama menyebutkan beberapa sebab penamaan kelompok ini.

Pendapat yang paling terkenal adalah karena Wasil bin Atha' i'tazala (memisahkan diri) dari majelis Al-Hasan Al-Bashri setelah menyampaikan pendapat tentang pelaku dosa besar, sehingga Al-Hasan Al-Bashri berkata: 

اعتزلنا واصل 

"Wasil telah memisahkan diri dari kami."

Sejak saat itu ia dan para pengikutnya dikenal dengan nama Mu'tazilah.

Ada pula yang berpendapat bahwa mereka dinamakan Mu'tazilah karena i'tazala (mengasingkan diri) dari kaum muslimin dengan keyakinan mereka tentang "al-manzilah bainal manzilatain

─━─━─━∞◆∞━─━─━─

  1. Awal Kemunculan Mu'tazilah

Mu'tazilah sebagai kelompok yang terorganisir mulai muncul melalui pemikiran Wasil bin Atha' (80–131 H), yang merupakan murid Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله. Ketika terjadi perdebatan mengenai hukum pelaku dosa besar, Wasil berpendapat bahwa pelaku dosa besar berada pada "al-manzilah bainal manzilatain" (posisi di antara dua posisi), yaitu tidak disebut mukmin dan tidak pula kafir. Karena pendapat tersebut, ia memisahkan diri dari majelis Al-Hasan Al-Bashri dan membentuk halaqah tersendiri.

Setelah itu, pemikirannya disebarkan dan dikembangkan oleh 'Amr bin 'Ubaid serta tokoh-tokoh lain yang datang setelah mereka. Seiring berjalannya waktu, Mu'tazilah memiliki prinsip-prinsip tersendiri dalam masalah akidah dan berkembang menjadi salah satu aliran ilmu kalam yang berpengaruh dalam sejarah pemikiran Islam.

─━─━─━∞◆∞━─━─━─

  1. Perkembangan Mu'tazilah pada Masa Abbasiyah

Pengaruh Mu'tazilah semakin besar pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya pada masa Khalifah Al-Ma'mun. Pada masa tersebut, para tokoh Mu'tazilah memperoleh kedudukan yang kuat dalam pemerintahan sehingga pemikiran mereka tersebar luas.

Salah satu peristiwa penting pada masa itu adalah fitnah Khalq Al-Qur'an, yaitu pemaksaan keyakinan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Dalam peristiwa tersebut, Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله menolak keyakinan tersebut sehingga beliau mengalami penjara dan berbagai bentuk siksaan karena tetap berpegang teguh kepada akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Meskipun demikian, para ulama Ahlus Sunnah terus menjelaskan kesalahan-kesalahan Mu'tazilah dan membantah pemikiran mereka berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kemudian pada masa Khalifah Al-Mutawakkil, pengaruh Mu'tazilah mulai melemah dan Ahlus Sunnah kembali memperoleh dukungan yang lebih besar.

─━─━─━∞◆∞━─━─━─

Faedah:

Mempelajari sejarah Mu'tazilah membantu seorang muslim memahami bagaimana penyimpangan akidah dapat muncul ketika akal didahulukan di atas nash syar'i. Karena itu para ulama Ahlus Sunnah selalu menekankan pentingnya berpegang teguh kepada Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat رضي الله عنهم.


─━─━─━∞◆∞━─━─━─

المراجع

انظر: الموسوعة الميسرة 1/64، الملل والنحل 1/43، شرح العقيدة الطحاوية لصالح آل الشيخ ص751، مجموع الفتاوى 14/349


مقالات مختارة